Sabtu, 28 Maret 2020

Paper ESDH Pemanfaatan biji saga menjadi susu



Minggu, 29 Maret 2020
Paper esdh Samuel Frans Sirait (181201110)  pemanfaatan Biji saga menjadi Susu

Makalah Ekonomi Sumber Daya Hutan                                              Medan,    Maret 2020
PEMANFAATAN BIJI SAGA (Adenanthera pavonina)  MENJADI SUSU
Dosen Penanggung Jawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Disusun Oleh :
Samuel Frans Sirait
181201110
HUT 4C

 





PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Ekonomi Sumber Daya Hutan ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai salah satu tugas  Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan, di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul Makalah ini adalah Pemanfaatan Biji Saga (Adenanthera pavonina) Menjadi Susu.
                 Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggung jawab mata kuliah, Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M.Si. yang telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan.
                 Meski penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan makalah ini agar  mendapat yang terbaik. Namun penulis sadar bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
           



     Medan,     Maret 2020


                                                                                                  Penulis






DAFTAR ISI
                                                                                    Halaman
KATA PENGANTAR........................................................................................  i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang...........................................................................................   1
1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................   2
1.3. Tujuan......................................................................................................….2
BAB II ISI
2.1. Gambaran Umum Tanaman Kemenyan Toba..........................................   3
2.2. Pemanfaatan Tanaman Kemenyan Toba.................................................... 5
2.3. Manfaat Ekonomi Kemenyan Toba.........................................................   6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan.......................................................................................................  7
Saran.................................................................................................................  7
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lain untuk konsumsi manusia. Semua orang di dunia ini membutuhkan susu untuk menopang kehidupannya. Baik dari bayi sampai orang yang sudah lanjut usia. Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi. Selain ASI, dikenal berbagai ragam susu hewani dan kini juga telah banyak dikembangkan pembuatan susu nabati, salah satu di antaranya adalah susu kedelai. Pada dasarnya semua biji-bijian yang berasal dari tanaman polong atau kacang-kacangan dapat diproses menjadi susu. Persyaratan mutu untuk susu yang terpenting ialah kadar protein minimal 3%, kadar lemak 3%, kandungan total padatan 10%, dan kandungan bakteri maksimum 300 koloni/gram, serta tidak mengandung bakteri koli. (Sutrisno, 2005).
Indonesia merupakan salah satu negara pemilik hutan terbesar di dunia dengan luas kawasan hutan sebesar 120,7 juta ha. Namun, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi deforestasi yang disebabkan oleh kegiatan manusia diantaranya illegal logging, kebakaran hutan dan lahan, serta konflik kepentingan yang tidak lagi mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Kondisi tersebut menyebabkan semakin menurunnya pasokan kayu, sehingga perlu dilakukan upaya pengelolaan hutan salah satunya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK). komoditas HHBK dapat dikelompokkan menjadi lima tujuan yaitu, makanan dan produk turunannya, ornamen tanaman, hewan liar dan produknya, bahan bangunan non kayu, dan bahan bio-organik. Sedangkan untuk ekonomi, yakni mengenai penggunaan dan analisis pasar, HHBK terbagi dalam tiga kategori, yaitu tingkat subsisten (untuk konsumsi sendiri), tingkat penggunaan lokal (semi komersial), dan komersial.
Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di Indonesia dan keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu dinyatakan hasil hutan bukan kayu adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Hasil hutan bukan kayu meliputi rotan, bambu, getah, daun, kulit, buah, dan madu serta masih banyak lagi. Jenis tumbuhan tersebut beberapa diantaranya bahkan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bila dijadikan produk olahan. Beraneka ragam jenis hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar hutan.
Kebutuhan pangan yang meningkat harus diimbangi oleh pasokan pangan dan pangan fungsional saat ini sangat diperlukan. Olahan biji saga ini dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan permen dari biji saga. Protein hewani yang berasal dari telur, daging, ikan ayam, dan susu masih dipertimbangkan sebagai pangan mahal di banyak tempat di Negara berkembang dan tidak tersedia dalam jumlah cukup setiap saat. Pangan yang saat ini dibutuhkan adalah cepat saji, bergizi, dan praktis.  Begitupun dengan susu dan produk olahannya. Sari yang diolah dari biji tanaman saga pohon itu bisa menjadi alternatif pengganti susu formula yang harganya mahal. Pengemas pun saat ini menjadi perhatian yang cukup besar (Bahksi dkk,  2016).
1.2 Rumusan Masalah
1.   Bagaimana gambaran umum tanaman saga(Adenanthera pavonina)
2. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki saga sebagai bahan alternatif   pembuatan susu.
3. Untuk mengetahui manfaaat ekonomi yang didapatkan dari biji saga (Adenanthera pavonina).



BAB II
ISI
2.1.  Gambaran umum tanaman saga(Adenanthera pavonina)
Tanaman Saga pohon dikenal dengan bermacam-macam nama antara lain bead tree, circassian bean, circassian seed, coral wood, crab’s eyes, false sandalwood, jumbie bead, readbead tree, red sandalwood, redwood (Inggris) : anikundumani, lopa, manjadi, raktakambal, Saga (India) ; Saga, Saga daun tumpul, Saga tumpil (Malaysia) ; kitoke laut, Saga telik, segawe sabrang (Indonesia) dan masih banyak nama daerah.
Klasifikasi Saga pohon termasuk dalam:
Kerajaan          : Planta
Subkerajaan     : Tracheobionta
Superdivisi      : Spermathophyta
Divisi               : Magnoliophyta
 Kelas              : MAgnoliopsida
Subkelas          : Rosidae
Ordo                : Fabales,
Famili              : Fabaceae (Leguminosae)
Genus              : Adenanthera
Spesies            : Adenanthera pavonina L.  
Tanaman Saga Adenanthera pavonina, yang juga mempunyai nama antara lain Adenanthera Scheffer, Adenanthera polita Miq, menyukai pH sedikit asam, dapat tumbuh di seluruh daerah dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 3000-5000 mm per tahun. Pada umumnya tinggi tanaman Saga pohon yang tua bisa mencapai 20-30 m. Saga pohon termasuk tanaman deciduos atau berganti daun setiap tahun. Dengan bentuk daun majemuk menyirip genap, tumbuh berseling, jumlah anak daun bertangkai 2 - 6 pasang, helaian daun 6 - 12 pasang, panjang tangkainya mencapai 25 cm, daun berwarna hijau muda. Bunga kecil-kecil berwarna kekuning-kuningan, korola 4 – 5 helai, benang sari berjumlah 8 – 10. Polong berwarna hijau, panjangnya mencapai 15 sampai 20 cm, polong yang tua akan kering dan pecah dengan sendirinya, berwarna coklat kehitaman. Setiap polong berisi 10 – 12 butir biji Biji dengan garis tengah 5 – 6 mm, berbentuk segitiga tumpul, keras dan berwarna merah mengkilap (Widayanti, 2010).

2.2 Untuk mengetahui potensi yang dimiliki saga sebagai bahan alternatif pembuatan susu.
Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik. Bijinya mengandung asam lemak sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif (biodiesel). Kayunya keras sehingga banyak dipakai sebagai bahan bangunan serta mebel. Dalam biji Saga ini sendiri terkandung protein dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga Saga mampu memproduksi biji kaya protein serta punya ongkos produksi yang murah. Hal itu dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Komposisi Nutrisi Saga, Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Tanah, dan Kecipir
No
Biji
Protein%
Lemak%
Karbohidrat%
Air%
1
Saga
48,2
22,6
10
9,1
2
Kedelai
34,9
14,1
34,8
8,0
3
Kacang Hijau
22,2
1,2
62,9
10
4
Kacang Tanah
25,3
42,8
21,1
4,0
5
Kecipir
32,8
17
36,5
10
Sumber : Balai Informasi Pertanian Ciawi, 1985
Berdasarkan hasil yang didapat, dapat dikatakan bahwa biji buah Saga dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku dalam pembuatan susu. Ini tak lepas dari kadar protein susu Saga terbaik, yaitu sebesar  3,812. Kadar protein susu Saga tersebut lebih baik dari kadar protein yang terkandung dalam susu sapi (2,90) dan ASI (1,90), dan tidak kalah bila dibandingkan dengan susu kedelai (Biji pohon saga memiliki kandungan protein 48,2 %, lemak 22,6%, karbohidrat 10%, air 9,1%. Kandungan protein biji pohon saga lebih besar dari kedelelai 34,9%, kacang hijau 22,2%, dan kacang tanah 25,3%. Hal ini menunjukkan potensi biji pohon saga sebagai bahan baku dari pembuatan susu sangatlah baik. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat dikatakan bahwa biji buah Saga dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku dalam pembuatan susu. Ini tak lepas dari kadar protein susu Saga terbaik, yaitu sebesar  3,812. Kadar protein susu Saga tersebut lebih baik dari kadar protein yang terkandung dalam susu sapi (2,90) dan ASI (1,90), dan tidak kalah bila dibandingkan dengan susu kedelai (4,40) (Yunanta dan Tunjung, 2009).
2.3 Untuk mengetahui manfaaat ekonomi yang didapatkan dari biji saga (Adenanthera pavonina).
            Biji pohon saga berpeluang dijadikan bahan baku susu nabati sebagai salah satu diversifikasi pangan dan olahannya dalam rangka peningkatan nilai pohon biji saga sebagai alternatif pengganti protein pada susu sapi dan kedelai. Kebutuhan pangan yang meningkat harus diimbangi oleh pasokan pangan dan pangan fungsional saat ini sangat diperlukan. Olahan biji saga ini dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan susu dari biji saga. Protein hewani yang berasal dari telur, daging, ikan ayam, dan susu masih dipertimbangkan sebagai pangan mahal di banyak tempat di Negara berkembang dan tidak tersedia dalam jumlah cukup setiap saat. Pangan yang saat ini dibutuhkan adalah cepat saji, bergizi, dan praktis.  Begitupun dengan susu dan produk olahannya. Sari yang diolah dari biji tanaman saga pohon itu bisa menjadi alternatif pengganti susu formula yang harganya mahal. Pengemas pun saat ini menjadi perhatian yang cukup besar, produk susu dari biji saga akan membantu perekonomian masyarakat dan meningkatkan gizi anak maupun orang dewasa.













BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1. Biji pohon saga berpeluang dijadikan bahan baku susu nabati sebagai salah satu diversifikasi pangan dan olahannya dalam rangka peningkatan nilai pohon biji saga sebagai alternatif pengganti protein pada susu sapi dan kedelai.
2. Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik.
3. Persyaratan mutu untuk susu yang terpenting ialah kadar protein minimal 3%, kadar lemak 3%, kandungan total padatan 10%, dan kandungan bakteri maksimum 300 koloni/gram, serta tidak mengandung bakteri koli.
4. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat dikatakan bahwa biji buah Saga dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku dalam pembuatan susu. Ini tak lepas dari kadar protein susu Saga terbaik, yaitu sebesar  3,812.
5. Protein hewani yang berasal dari telur, daging, ikan ayam, dan susu masih dipertimbangkan sebagai pangan mahal di banyak tempat di Negara berkembang dan tidak tersedia dalam jumlah cukup setiap saat oleh karena itu saga pohon itu bisa menjadi alternatif pengganti susu formula yang harganya mahal.






DAFTAR PUSTAKA
Bakshi, P., Wali, V.K., Jasrotia, A., Bhushan, B., & Bakshi, M.  2016.  Aonla Cultivation.  Sher-e-Kashmir University of Agricultural Sciences & Technology of Jammu.

Frederikus, Arnoldus. 2009. Pembuatan Susu dari Biji Buah Saga (Adenanthera pavonina) sebagai Alternatif Pengganti Nutrisi Protein Susu Sapi dan Susu Kedelai. Makalah Penelitian. UNDIP. Semarang.

Sutrisno, K. 2005. Susu Kedelai Tak Kalah dengan Susu Sapi Penyunting: Abdurrachman Adimihardja dan Mappaona). Puslitanak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor. Hal 101 -140.

Widayanti. 2010.  Review :  Keanekaragaman Jenis Buah-Buahan Asli Indonesia dan Potensinya. Puslit Biologi  LIPI. Jurnal .Vol: 8 (2): 157-167.

Yunanta, A, W, N, dan Tunjung, F, S. 2009. PEMBUATAN SUSU DARI BIJI BUAH SAGA ( Adenanthera pavonina ) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI NUTRISI PROTEIN SUSU SAPI DAN SUSU KEDELAI. Semarang: Undip Press.



Lampiran

Jual Biji Saga - Kota Tangerang Selatan - Livenia Shop's | TokopediaTak Cuma Bantu Orang Sakit, Ini 10 Manfaat Susu Beruang Lainnya
a. Biji Saga                                      b. Susu dari biji saga